Perawatan Terbaik bagi Penderita Skoliosis

Kebiasaan kecil yang remeh atau sepele bisa berakibat fatal berupa timbulnya kelainan pada rangka tubuh, seperti skoliosis, jika dilakukan secara terus-menerus.  Kebiasaan kecil tersebut misalnya seperti berjalan dalam posisi membungkuk, membawa beban berat pada satu sisi badan saja, dan lain sebagainya. Jika sudah terjadi, perawatan skoliosis di Indonesia pun akan dibutuhkan.

Skoliosis sendiri merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti lengkungan, serta mengandung arti berupa suatu kondisi patologi. Secara medis, kelainan ini didefinisikan sebahai kelengkungan pada vertebrata atau tulang belakang ke arah lateral, dengan sudut lebih dari 10º.

Tentang Penyakit Skoliosis dan Perawatannya

  • Skoliosis

Skoliosis adalah deformitas pada tulang belakang yang menggambarkan kondisi deviasi tulang belakang ke arah rotasional dan lateral. Kelengkungan tulang belakang yang abnormal bisa terjadi disebabkan karena kelainan neurologis, pembentukan tulang,atau kongenital. Namun pada sebagian kasus, skoliosis juga dapat bersifat idiopatik (terjadi karena kecelakaan atau kebiasaan).

Apabila seseorang mempunyai gen bawaan skoliosis namun memiliki gaya hidup baik, maka risiko mengalami skoliosis pun akan sangat kecil. Tapi jika mempunyai faktor genetik kemudian gaya hidupnya buruk, risiko menderita skoliosis juga pasti meningkat.Perlu diketahui bahwa seseorang yang tidak memiliki faktor genetik namun gaya hidupnya buruk, bisa jadi akan mengalami skoliosis namun derajat lengkung tidak separah seperti seseorang dengan faktor gen bawaan. Sehingga Anda perlu melakukan deteksi sedini mungkin untuk mengurangi risikonya.

 Dikutip dari laman Lifestyel Bisnis, Nistriani T.P Kusalay seorang fisioterapis di Scoliosis Care menyampaikan bahwa skoliosis bisa terjadi sejak usia balita (0 – 3 tahun atau infantile), juvenile (4-9 tahun), adolescent (10-19 tahun), serta dewasa (lebih dari 19 tahun). Progresivitas skoliosis akan terjadi saat anak berusia mulai dari 10 hingga 18 tahun. Skoliosis pun bisa menjadi kondisi serius, karena perkembangannya sangat cepat seiring pertumbuhan.

Skoliosis juga bisa dialami oleh orang dewasa yang tidak mempunyai sejarah skoliosis, dikarenakan pertambahan usia dan degenerasi tulang belakang. Apabila dilihat sesuai gender, maka skoliosis banyak dialami perempuan. Hal itu karena keadaan ototnya yang lebih lemah dibandingkan pria.

  1. Perawatan Terbaik

Perawatan terhadap skoliosis perlu dilakukan secara serius dan sedini mungkin. Bila tidak, maka bisa saja terjadi berpengaruh pada kondisi kesehatan, seperti gangguan pada paru-paru karena tertekang tulang belakang, dan sebagiainya. Namun,  sebelum melakukan perawatan, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengecek keadaan tulang punggung:

  • Melakukan observasi atau pengecekan dari belakang secara langsung maupun dengan bantuan rontgen. Kemudian akan tampak keadaan bahu miring / asimetris, terlihatnya kurva, tulang bahu menonjol, pinggang dan pinggul miring, dsb.
  • Anda juga bisa mengecek dengan cara membungkuk, cobalah untuk mengecek punuk pada punggung bagian atas dan bawah.

Adapun perawatan yang diperlukan dalam pengobatan skoliosis dapat dilakukan secara operasi (bedah) maupun non operasi. Terapi tanpa operasi pada umumnya dilakukan dengan exercise, penggunaan brace, maupun latihan fisik menggunakan alat fisioterapi yang berfungsi  untuk mengurangi rasa nyeri. 

Perlu diketahui bahwa terapi dengan menggunakan brace ternyata sangat berperan mengoreksi kurva lengkung, terutama pasien yang lengkungnya lebih dari 30º.  Hal itu perlu ditambah melaksanakan exercise sesuai bentuk kurvanya, bukan exercise secara konvensional.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *